Telkom Solution kembali menegaskan perannya sebagai penyedia solusi digital B2B dengan meluncurkan Connectivity+, sebuah layanan konektivitas berkecepatan tinggi dan jangkauan luas yang dipresentasikan pada ajang Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI‑CX) 2026. Bagi pelaku usaha dan pemerintahan di berbagai wilayah Nusantara, Connectivity+ dirancang untuk menjadi tulang punggung transformasi digital — mendukung aktivitas bisnis, pengembangan startup, hingga layanan publik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Apa itu Connectivity+ dan mengapa penting?
Connectivity+ bukan sekadar paket bandwidth tambahan. Telkom memposisikannya sebagai solusi konektivitas terintegrasi yang menggabungkan infrastruktur fisik (fiber optic, BTS, kabel laut), kapasitas satelit, dan layanan pendukung seperti cloud, pusat data, serta keamanan siber. Tujuannya adalah menghadirkan konektivitas andal dan konsisten di berbagai karakter wilayah, sehingga perusahaan dapat menjalankan aplikasi bisnis kritikal tanpa gangguan.
Jaringan luas sebagai keunggulan kompetitif
Menurut Vice President Enterprise Marketing & Growth Telkom, Reni Yustiani, kekuatan TelkomGroup terletak pada cakupan jaringan yang sudah tersebar di darat, laut, dan udara. Kombinasi fiber, backbone nasional, kabel laut, serta satelit memungkinkan Telkom menawarkan solusi konektivitas yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia. Connectivity+ memanfaatkan modal ini untuk menghadirkan koneksi yang dapat diandalkan oleh pelanggan korporasi dan institusi pemerintah.
Bagaimana Connectivity+ mendukung transformasi digital sektor industri
Transformasi digital bukan hanya soal memindahkan aplikasi ke cloud; ia membutuhkan fondasi konektivitas yang memungkinkan integrasi real‑time, pengolahan data besar (big data), dan penerapan AI/otomasi. Connectivity+ disiapkan untuk memenuhi kebutuhan ini:
Pemerataan akses digital sebagai agenda strategis
Reni menekankan bahwa pemerataan akses digital adalah pekerjaan kolektif seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu Telkom membuka diri pada kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyedia layanan lokal, dan mitra teknologi agar solusi seperti Connectivity+ dapat diimplementasikan sesuai kebutuhan daerah. Pendekatan ini menekankan bahwa teknologi harus disesuaikan dengan karakteristik pengguna lokal — baik dari sisi kapasitas, ketersediaan perangkat, maupun kemampuan operasional.
End‑to‑end capability: dari konektivitas hingga layanan pendukung
Connectivity+ bukan layanan stand‑alone; ia bagian dari kapabilitas Telkom Solution yang lebih luas — mencakup pusat data, cloud, analytics, dan keamanan siber. Pendekatan end‑to‑end memungkinkan pelanggan mengurangi kompleksitas pengadaan layanan dari banyak vendor, mendapatkan satu pintu layanan, serta SLA yang jelas untuk kebutuhan bisnis kritikal.
Dampak potensial bagi daerah 3T dan UMKM
Jika diimplementasikan dengan baik, Connectivity+ berpotensi mendorong inklusi digital di daerah 3T. Akses yang lebih baik membuka peluang layanan e‑commerce lokal, pendidikan jarak jauh, telehealth, dan pengembangan startup daerah. Untuk UMKM, konektivitas andal memudahkan integrasi ke marketplace, pembayaran digital, dan manajemen rantai pasok.
Tantangan implementasi dan hal yang perlu diperhatikan
Meskipun janji besar disampaikan, implementasi Connectivity+ memerlukan mitigasi beberapa tantangan operasional:
Telkom Solution tampaknya menyadari tantangan ini dan menekankan kolaborasi sebagai kunci. Dengan pengalaman puluhan tahun dan jaringan yang luas, perusahaan berada dalam posisi strategis untuk mendukung percepatan transformasi digital nasional — asalkan langkah‑langkah pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan keterlibatan aktor lokal dilipatgandakan.
Connectivity+ hadir bukan sekadar sebagai produk baru, melainkan bagian dari narasi lebih besar tentang Indonesia digital yang inklusif. Bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah yang sedang merancang digitalisasi layanan, solusi yang terintegrasi seperti ini patut menjadi opsi — selama aspek biaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan lokal mendapat perhatian serius dalam implementasinya.
