Mantan Ketua KPK, Abraham Samad, menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya selama sepuluh jam pada Rabu, 13 Agustus 2025. Dalam proses itu, ia diberondong 56 pertanyaan seputar dugaan fitnah ijazah palsu Presiden Joko Widodo—jumlah yang menurutnya berlebihan dan banyak keluar dari pokok perkara.
Sekilas Kasus Fitnah Ijazah Jokowi
Pemeriksaan ini bermula dari laporan dugaan pencemaran nama baik terkait pernyataan di kanal YouTube “Abraham Samad Speak Up” mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Panggilan resmi polisi mencantumkan peristiwa yang terjadi pada 22 Januari 2025 sebagai tempus et locus delicti. Namun, pengacara Abraham menilai banyak pertanyaan yang melenceng dari batas waktu dan tempat kejadian tersebut.
Proses Pemeriksaan 10 Jam di Polda
Abraham tiba di Polda Metro Jaya sekitar pukul 10.00 WIB dan baru keluar pada pukul 20.00 WIB. Selama itu, penyidik mengajukan 56 pertanyaan. Ruang pemeriksaan tertutup bagi publik, namun sejumlah pendukung sempat berkumpul di luar untuk memberikan dukungan moral. Saut Situmorang dan beberapa aktivis “emak-emak” tampak mendampingi Abraham sebelum masuk ke ruang pemeriksaan.
Pertanyaan yang Dinilai Di Luar Substansi
Kuasa hukum Daniel Winarta menjelaskan beberapa pertanyaan yang dianggap tidak relevan:
Daniel menegaskan, semua pertanyaan di luar waktu dan lokasi delik itu menandakan upaya “kriminalisasi opini” dan pembatasan kebebasan berekspresi.
Penekanan Hak Asasi dan KUHAP
Abraham Samad menyayangkan jalannya pemeriksaan yang menurutnya melanggar prinsip KUHAP dan hak asasi manusia:
Reaksi dan Sikap Abraham Samad
Setelah pemeriksaan, Abraham menyatakan akan melawan upaya kriminalisasi ini. Ia menekankan pentingnya kebebasan pers dan ruang diskusi yang sehat untuk meluruskan kesalahan fakta. “Jika ini dibiarkan, siapa yang berani menegur kesalahan pejabat?” ujarnya.
Implikasi Terhadap Kebebasan Berekspresi
Kasus ini memicu kekhawatiran kalangan aktivis dan jurnalis:
Langkah Hukum dan Strategi Berikutnya
Beberapa upaya yang sedang dipersiapkan tim kuasa hukum Abraham Samad:
Suasana Pendukung di Luar Gedung Polisi
Meski ruang pemeriksaan tertutup, puluhan pendukung Abraham Samad hadir di halaman Polda:
Pelajaran Bagi Publik dan Penutup
Kasus Abraham Samad mengajarkan beberapa hal penting bagi masyarakat:
Ke depan, publik menantikan perkembangan kasus ini, sekaligus berharap agar proses penegakan hukum tetap berlandaskan keadilan tanpa mengabaikan kebebasan berekspresi.