Kehadiran di Kantor Masih Berpengaruh: Studi Ungkap Karyawan yang Sering Masuk Kantor Lebih Cepat Promosi
Model kerja hybrid semakin populer, tetapi hasil studi terbaru menunjukkan bahwa kehadiran fisik di kantor tetap memainkan peran penting dalam percepatan jenjang karier. Laporan dari asosiasi profesi akuntansi internasional ACCA yang dirangkum menunjukkan bahwa meski banyak pekerja memilih kombinasi kerja di kantor dan remote, mereka yang lebih sering hadir di kantor cenderung mendapatkan visibilitas lebih besar dan peluang promosi yang lebih cepat.
Data utama dari survei ACCA
Survei ACCA menyoroti beberapa fakta penting: mayoritas responden global (sekitar 75%) menunjukkan preferensi terhadap model kerja hybrid dibandingkan sepenuhnya kantor atau sepenuhnya jarak jauh. Di India, angka preferensi terhadap hybrid bahkan mencapai 79% dan meningkat dari tahun sebelumnya. Lebih dari sekadar preferensi, data juga menunjukkan bahwa 69% responden di India percaya bahwa kehadiran di kantor mempercepat perkembangan karier—angka ini lebih tinggi dari rata‑rata global 58%.
Mengapa kehadiran di kantor berdampak pada karier?
Ada beberapa mekanisme konkret yang menjelaskan korelasi ini:
Generasi muda dan ekspektasi kerja
Menariknya, pandangan pro‑kehadiran juga dipegang oleh generasi Z. Di India, 72% responden Gen Z menyatakan bahwa hadir lebih sering di kantor berdampak positif terhadap perkembangan karier mereka. Secara global, angka ini juga relatif tinggi, di kisaran 63%. Hal ini menandakan bahwa meski generasi muda menghargai fleksibilitas, mereka juga melihat manfaat strategis dari keterlibatan fisik.
Hybrid bukan penolakan terhadap kantor—melainkan penataan yang lebih baik
Para ahli yang mengomentari hasil ACCA menyatakan bahwa hybrid bukan sekadar kompromi, tetapi pendekatan yang menuntut kebijakan terukur. Perusahaan yang sukses mengimplementasikan hybrid biasanya menetapkan aturan kehadiran yang jelas—misalnya jumlah hari wajib di kantor per minggu—sehingga menciptakan keseimbangan antara produktivitas individual dan kebutuhan kolaboratif tim.
Rekomendasi kebijakan untuk perusahaan
Implikasi bagi karyawan: strategi karier di era hybrid
Bagi pekerja yang ingin mempercepat jenjang karier, ada beberapa langkah praktis yang dapat diambil:
Perbedaan menurut negara dan kultur perusahaan
Studi ACCA menunjukkan variasi geografis—tingkat dukungan terhadap kehadiran dan pengaruhnya terhadap karier berbeda antar negara. Di India, misalnya, nilai budaya kerja yang menekankan kehadiran fisik dan interaksi langsung masih kuat. Di negara‑negara lain, perusahaan dengan kultur modern mungkin lebih menekankan hasil kerja daripada jam fisik di kantor, sehingga pengaruh kehadiran terhadap promosi lebih kecil.
Potensi jebakan kebijakan kaku
Meskipun kehadiran bermanfaat, kebijakan yang memaksa kehadiran tanpa alasan strategis bisa berisiko:
Bagaimana HR dapat menyeimbangkan kebutuhan organisasi dan karyawan
Pesan penting bagi perusahaan di Indonesia
Bagi perusahaan di Indonesia yang merancang kebijakan pasca‑pandemi, temuan ini menjadi pertimbangan penting. Hybrid adalah realitas baru, tetapi mekanisme untuk memastikan keadilan, kesempatan karier, dan produktivitas harus dirancang bersama karyawan. Kehadiran di kantor tetap bernilai—bukan sebagai ritual kosong—tetapi sebagai momen strategis untuk membangun relasi, inovasi, dan pengaruh profesional.
