Pegadaian meluncurkan program baru yang cukup menarik untuk masyarakat yang butuh dana cepat: Gadai Bebas Sewa Modal. Dirancang sebagai pintu masuk ringan bagi nasabah baru, produk ini menawarkan pinjaman tanpa bunga (0%) dengan tenor singkat 30 hari dan nilai plafon mulai Rp50.000 sampai Rp1.000.000. Program resmi berlaku sejak 28 Oktober 2026 dan tersedia di seluruh outlet Pegadaian di Indonesia.
Siapa yang bisa memanfaatkan?
Program ini khusus ditujukan untuk nasabah baru atau CIF baru—orang yang belum pernah terdaftar dan belum pernah melakukan transaksi pembiayaan di Pegadaian sebelumnya. Setiap nasabah baru hanya berhak memiliki satu rekening aktif dalam satu periode kredit. Tujuannya jelas: memberikan pengalaman pertama yang ringan tanpa beban bunga agar masyarakat lebih mudah mencoba layanan gadai resmi.
Rincian produk: besaran pinjaman, tenor, dan biaya administrasi
Skema biaya yang transparan ini membantu peminjam memahami biaya nyata yang harus dibayar di luar pengembalian pokok.
Jenis barang yang bisa dijadikan jaminan
Untuk mendapatkan fasilitas ini, masyarakat cukup membawa barang bergerak sebagai jaminan. Item yang dapat dijaminkan termasuk:
Proses penaksiran jaminan dan administrasi dilakukan di outlet Pegadaian setempat, dengan persyaratan membawa KTP asli dan barang jaminan yang akan diajukan.
Target sosial dan inklusi keuangan
Menurut Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero), Selfie Dewiyanti, program ini dimaksudkan untuk mendorong inklusi keuangan. Dengan menawarkan akses dana darurat tanpa bunga dan biaya rendah, Pegadaian berharap menjangkau segmen yang selama ini enggan mencoba layanan gadai karena kekhawatiran biaya tinggi. Segmentasi target mencakup ibu rumah tangga, mahasiswa, pekerja harian lepas, dan pelaku UMKM yang membutuhkan suntikan modal kerja kecil.
Kelebihan bagi nasabah baru
Batasan dan hal yang perlu diperhatikan
Meskipun menarik, program ini memiliki keterbatasan yang perlu diperhatikan calon nasabah:
Bagaimana cara mengajukan?
Implikasi terhadap inklusi keuangan dan UMKM
Program Gadai Bebas Sewa Modal berpotensi menjadi alat inklusi yang efektif jika dijalankan dengan baik: menyediakan alternatif resmi yang lebih aman daripada pinjaman berbunga tinggi di kelompok informal. Bagi pelaku UMKM mikro, suntikan modal hingga Rp1 juta dapat membantu memenuhi kebutuhan bahan baku, modal operasional harian, atau menutup kekurangan kas sementara. Namun efektivitasnya juga bergantung pada literasi keuangan masyarakat—mengetahui kapan meminjam, bagaimana merencanakan pelunasan, dan memilih alternatif terbaik sesuai kebutuhan.
Catatan akhir praktis untuk peminjam
Dengan kebijakan bunga 0% dan biaya administrasi rendah, Gadai Bebas Sewa Modal menandakan langkah positif dari Pegadaian untuk memperluas akses keuangan formal. Bagi masyarakat yang baru ingin mencoba layanan gadai, program ini menawarkan peluang tanpa beban awal yang besar—asalkan peminjam paham batasan dan kewajibannya.
