WartaExpress

Terungkap! Skema Kuota & Biaya Haji 2025 yang Dibongkar Pemerintah dan Swasta Bakal Bikin Melongo

Ibadah haji tahun 2025 akan memakai mekanisme baru yang melibatkan sinergi antara pemerintah dan pihak swasta. Menurut Abdul Wahid, Bendahara Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), terdapat dua jalur pemberangkatan yang diatur secara ketat agar jemaah mendapatkan kepastian kuota dan biaya: jalur reguler dengan subsidi pemerintah dan jalur khusus (haji plus) yang dikelola oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Dua Jalur Utama Pemberangkatan Haji

Dalam Undang-Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, pemerintah membedakan dua jenis layanan haji:

Pembagian tugas ini diharapkan memaksimalkan pelayanan dan memperkecil beban anggaran negara.

Penentuan Kuota Haji 2025

Pemerintah Arab Saudi memberikan total kuota 221.000 jemaah untuk Indonesia. Berdasarkan persetujuan Komisi VIII DPR RI tanggal 7 Januari 2025, komposisi kuota dibagi menjadi:

Pembagian ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Agama dan menjadi acuan utama pendaftaran haji tahun ini.

Besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji 2025

Pemerintah menetapkan Anggaran BPIH 2025 sebesar Rp 89.410.258,79. Angka ini turun Rp 4.000.027,21 dibandingkan 2024 (Rp 93.410.286,-). Namun, besaran yang dibayarkan jemaah reguler hanya Rp 55.431.750,78. Selisih biaya ditanggung APBN melalui mekanisme subsidi, guna memastikan keterjangkauan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Peran Swasta dalam Haji Plus

Bagi jemaah yang memilih jalur khusus, skema haji plus dikelola oleh PIHK dengan izin resmi Kementerian Agama. PIHK bertanggung jawab atas:

Sinergi ini memungkinkan layanan lebih fleksibel dan fasilitas tambahan, misalnya akomodasi dekat Masjidil Haram.

Mekanisme Tambahan Kuota dari Saudi

Pada kondisi tertentu, Arab Saudi memberikan kuota tambahan di luar jatah awal. Proses diplomasi antara pemerintah RI dan Saudi bisa menambah alokasi jemaah. Contoh di 2024, Indonesia memperoleh tambahan 20.000 kuota. Penetapan kuota tambahan seringkali bersifat mendadak dan langsung ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama, tanpa melalui pembahasan ulang di DPR.

Persiapan Calon Jemaah

Untuk mengantisipasi antrean panjang dan perubahan kuota mendadak, calon jemaah disarankan:

Implikasi Kebijakan dan Tantangan

Sinergi pemerintah-swasta dalam penyelenggaraan haji 2025 menunjukkan upaya memperbaiki layanan dan efisiensi anggaran. Tantangan terbesar terletak pada:

Kolaborasi lintas sektor ini menargetkan layanan haji yang inklusif, terjangkau, dan berdaya saing tinggi di tingkat global.

Exit mobile version