Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menegaskan komitmennya untuk menjaga kelangsungan industri hasil tembakau (IHT) di Kabupaten Situbondo. Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan Minggu malam, Bupati Rio menekankan bahwa sektor tembakau masih menjadi tumpuan utama bagi ekonomi lokal dan sumber lapangan kerja bagi banyak warga setempat.
1. Peran ekonomi tembakau di Situbondo
Menurut pernyataan Bupati, Situbondo merupakan salah satu penghasil tembakau terbesar ketiga di Jawa Timur. Aktivitas pertembakauan meliputi budidaya, pengolahan, hingga industri kecil dan pabrik rokok yang menyerap tenaga kerja lokal. Bagi banyak keluarga di daerah ini, tembakau bukan sekadar komoditas: ia merupakan mata pencaharian utama yang menopang pengeluaran rumah tangga.
2. Dampak kebijakan pembatasan terhadap IHT
Bupati Rio memperingatkan bahwa pembatasan ketat terhadap industri tembakau berpotensi membawa dampak ekonomi yang signifikan. Ia menyoroti bahwa kebijakan nasional terkait pengendalian tembakau harus mempertimbangkan realitas daerah yang masih bergantung pada sektor ini. Menurutnya, tanpa alternatif pekerjaan yang jelas dan terukur, pembatasan bisa meningkatkan kerentanan ekonomi masyarakat lokal.
3. Dampak fiskal dan pemanfaatan DBHCHT
Dalam pernyataannya, Bupati Rio juga menyinggung penerimaan negara dari cukai hasil tembakau yang besar—angka nasional disebut mencapai ratusan triliun rupiah—dan bagaimana alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) membantu program‑program daerah. Di Situbondo, DBHCHT dilaporkan dipakai untuk berbagai kebutuhan publik, termasuk pembelian ambulans dan dukungan fasilitas kesehatan.
4. Upaya diversifikasi ekonomi: tantangan dan peluang
Bupati Rio mengakui bahwa dalam jangka panjang diversifikasi ekonomi perlu didorong, tetapi hal itu tidak bisa terjadi secara instan. Ia menekankan pentingnya program‑program yang konkret untuk menggantikan pendapatan dari tembakau, seperti pelatihan vokasi, investasi industri lain, atau pengembangan agroindustri alternatif.
5. Seruan untuk kemudahan investasi dan pembangunan pabrik
Bupati Rio mengundang pelaku usaha untuk menanamkan modal di Situbondo, termasuk mendirikan pabrik rokok, dengan alasan perekonomian daerah yang masih bergantung pada rantai nilai tembakau. Ia menegaskan bahwa sikap pemerintah daerah bersifat pro‑pekerjaan: mempertahankan ekonomi lokal sambil membuka peluang investasi yang bisa menambah lapangan kerja.
6. Perspektif budaya dan ekonomi lokal
Bupati Rio menyoroti juga bahwa tembakau memiliki dimensi budaya bagi sebagian masyarakat Situbondo—bukan hanya aspek ekonomi semata. Oleh sebab itu, kebijakan publik perlu peka terhadap kedua aspek ini: melindungi mata pencaharian sekaligus menata langkah pengendalian sesuai target kesehatan publik.
Pernyataan Bupati Situbondo memantapkan posisi daerah ini sebagai penghasil tembakau penting di Jawa Timur dan menegaskan bahwa setiap kebijakan nasional terkait pengendalian tembakau harus mempertimbangkan dampak sosial‑ekonomi di level lokal. Diskusi lebih lanjut antara pemerintah pusat, daerah, pelaku industri, serta pemangku kepentingan masyarakat diperlukan untuk merumuskan solusi yang seimbang antara kesehatan publik dan keberlanjutan ekonomi masyarakat penghasil tembakau.
