Desa Adat Sade Terbakar: Pemerintah NTB Siapkan Konsep Wisata ‘Before‑After’ untuk Pulihkan Ekonomi Warga
Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, telah meninggalkan luka fisik pada bangunan tradisional dan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat: selain upaya pemulihan fisik, mereka menyiapkan konsep wisata inovatif “before‑after” sebagai langkah strategis untuk menjaga aliran wisatawan sekaligus memastikan pendapatan warga tidak hilang sepenuhnya.
Apa itu konsep wisata “before‑after”?
Gagasan yang digagas atas arahan Gubernur NTB ini berupaya menjadikan kondisi Sade sebelum dan sesudah kebakaran sebagai bagian dari pengalaman edukatif bagi pengunjung. Dalam praktiknya, konsep ini akan menampilkan narasi pemulihan — mulai dari dokumentasi kondisi pra‑kebakaran, kronologi kejadian, hingga proses rekonstruksi dan pemberdayaan ekonomi warga. Salah satu ide konkret yang disebut adalah museum “before‑after” yang memetakan perubahan dan proses kebangkitan komunitas adat Sade.
Mengapa opsi ini dipilih?
Perekonomian warga Desa Sade sangat bergantung pada kunjungan wisatawan: penjualan kerajinan tangan, biaya masuk obyek wisata, jasa pemandu, hingga penginapan dan kuliner lokal. Terputusnya arus wisata akan berdampak langsung pada mata pencaharian. Dengan menghadirkan paket wisata yang adaptif terhadap kondisi pasca‑kebakaran, pemerintah berharap aktivitas ekonomi dapat terus berjalan, meski dalam bentuk yang dimodifikasi dan edukatif.
Penyesuaian paket wisata dan operasional
Peran pemerintah daerah dan dukungan yang disiapkan
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menekankan perlunya langkah terpadu untuk memastikan aktivitas ekonomi harian warga tetap berjalan. Selain konsep wisata, upaya lainnya meliputi bantuan darurat, koordinasi bantuan logistik, dan program pemulihan ekonomi lokal. Bantuan dari pihak perbankan dan instansi lain juga sudah diarahkan untuk membantu warga terdampak.
Pemberdayaan ekonomi lokal sebagai prioritas
Strategi jangka menengah yang disodorkan adalah memastikan para perajin, pemandu lokal, pelaku usaha homestay, dan pedagang tetap memiliki akses ke pasar. Beberapa langkah yang dapat diambil antara lain:
Aspek budaya dan sensitivitas etis
Penting untuk menjaga bahwa konsep before‑after tidak berubah menjadi tontonan yang eksploitif. Desa Adat Sade merupakan kawasan budaya dengan nilai‑nilai tradisi yang kuat. Oleh karena itu, setiap narasi tentang kebakaran dan pemulihan harus dikembangkan dengan persetujuan masyarakat adat, menghormati simbolisme, dan melibatkan tokoh adat dalam penyusunan materi edukatif.
Koordinasi dengan event besar: posisi Sade dalam agenda pariwisata Lombok
Sade selama ini merupakan salah satu destinasi yang sering dimasukkan dalam rangkaian kunjungan wisata Lombok Tengah, termasuk pada event‑event besar seperti MotoGP di Mandalika. Menjaga keberlanjutan paket wisata Sade menjadi penting untuk ekosistem pariwisata lokal: tur yang lewat Mandalika sering kali menjadikan Sade sebagai kunjungan budaya yang wajib. Oleh karena itu, penyesuaian rute dan penginformasian kepada operator tur menjadi langkah awal agar kunjungan tetap mengalir dengan aman.
Risiko dan tantangan implementasi
Langkah praktis yang perlu segera dilakukan
Pesan untuk wisatawan dan publik
Wisatawan yang ingin berkunjung ke Sade diharapkan menunjukkan empati dan menghormati aturan lokal. Kunjungan yang bertanggung jawab bisa membantu pemulihan ekonomi warga tanpa menambah beban proses rekonstruksi. Bagi publik luas, dukungan dalam bentuk promosi, pembelian produk lokal, dan partisipasi dalam program donasi terverifikasi akan sangat berarti.
Langkah pemerintah NTB menyiapkan konsep wisata before‑after menunjukkan pendekatan adaptif yang menggabungkan pemulihan fisik dan ekonomi dengan pelestarian budaya. Kunci keberhasilan adalah keterlibatan penuh masyarakat adat Sade, transparansi dalam pengelolaan bantuan, serta perencanaan yang menjaga martabat budaya sambil membuka jalur pendapatan yang berkelanjutan.
