PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL) dan PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memperkuat kolaborasi strategis untuk memodernisasi pengawasan pelabuhan dengan menghadirkan dua unit container scanner beserta sistem pendukungnya di Terminal Petikemas Surabaya. Inisiatif ini bukan sekadar penambahan alat, melainkan langkah nyata menuju ekosistem pelabuhan yang lebih aman, transparan, dan efisien — sebuah kebutuhan mendesak mengingat peran pelabuhan sebagai pintu gerbang utama arus barang impor‑ekspor Indonesia.
Apa yang dihadirkan oleh kerja sama ini?
Melalui nota kesepahaman, PSL menyediakan dua unit pemindai peti kemas untuk jalur impor dan ekspor di TPS. Selain penyediaan perangkat keras, kerja sama ini mencakup integrasi sistem informasi, pemeliharaan peralatan, dan penempatan petugas pendukung operasi. Dengan demikian, fasilitas baru ini dirancang untuk tidak hanya mendeteksi isi kontainer secara non‑invasif tetapi juga memastikan proses pemeriksaan kepabeanan dapat berjalan cepat dan akurat tanpa menghambat alur logistik.
Manfaat teknis dan operasional
Penerapan container scanner memberikan beberapa keuntungan teknis yang jelas:
Bagi operator terminal dan pemangku kepentingan, efisiensi waktu berarti penurunan biaya logistik dan peningkatan daya saing terminal di mata pengguna jasa.
Sinergi antar‑entitas: digitalisasi dan tata kelola
Faruq Hidayat, Direktur Utama PSL, menegaskan bahwa ini adalah wujud sinergi Pelindo Group dalam memperkuat kualitas layanan kepelabuhanan. Pendekatan tidak hanya fokus pada teknologi, tetapi juga pada tata kelola dan digitalisasi proses. Sistem pemindai akan diintegrasikan ke dalam alur kerja yang sudah ada sehingga hasil pemindaian bisa langsung dimanfaatkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta pihak terkait untuk mengambil keputusan pemeriksaan secara lebih cepat dan akuntabel.
Peran TPS dan jaminan kelancaran arus logistik
Menurut Ali Sodikin, Direktur Utama TPS, keberadaan container scanner merupakan dukungan nyata terhadap tugas negara di bidang pengawasan kepabeanan sekaligus upaya memastikan arus logistik tetap lancar. TPS menegaskan bahwa fasilitas ini dirancang untuk memperkuat pengawasan tanpa mengorbankan kelancaran proses bongkar muat sehingga pengguna jasa tetap memperoleh layanan cepat dan andal.
Dampak pada keamanan rantai pasok nasional
Penerapan teknologi ini diharapkan memperkuat keamanan rantai pasok nasional. Dengan kemampuan mendeteksi muatan berisiko dan mengurangi celah untuk praktik penyelundupan, scanner membantu meningkatkan integritas arus barang. Selain itu, data hasil pemindaian yang terekam dapat dipakai untuk analisis risiko, pengembangan kebijakan, serta perencanaan operasional jangka panjang oleh otoritas terkait.
Skalabilitas dan pelaksanaan di pelabuhan lain
Penempatan dua unit scanner di TPS merupakan tambahan dari fasilitas yang sudah dioperasikan PSL di beberapa pelabuhan strategis seperti Jakarta, Semarang, dan Medan. Model implementasi ini menunjukkan arah skalabilitas: apabila hasil operasional membuktikan keuntungan efisiensi dan keamanan, maka adopsi sistem serupa berpotensi diperluas ke pelabuhan lainnya untuk membangun jaringan pelabuhan modern yang terstandarisasi.
Aspek integrasi teknologi dan SDM
Keberhasilan implementasi sangat bergantung pada integrasi teknologi informasi dan kesiapan sumber daya manusia. Sistem pemindai memerlukan dukungan TI yang andal untuk pemrosesan data, interoperabilitas dengan sistem bea cukai, serta protokol keamanan siber. Di sisi operasional, petugas yang mengelola alat dan mengevaluasi hasil pemindaian harus mendapatkan pelatihan khusus agar interpretasi gambar dan respons prosedural berjalan tepat.
Tantangan yang harus diatasi
Indikator keberhasilan yang perlu dipantau
Inisiatif PSL dan TPS menggarisbawahi transformasi yang sedang berlangsung pada infrastruktur logistik nasional: peralihan dari proses manual menuju operasi yang lebih digital, terukur, dan transparan. Bagi pelaku usaha logistik dan importir‑eksportir, langkah ini membawa harapan akan layanan yang lebih andal; bagi regulator, ini memperkuat kemampuan pengawasan; dan bagi negara, ini mendukung kelancaran rantai pasok yang berkontribusi pada stabilitas ekonomi.
